Kabel-kabel menjengkelkan: varicose veins (varices)
Oleh: Silvan S. Prayogo, BSc. Biochem & Mol. Bio, MSc. Biotechnology
Perubahan terakhir: 22 August 2007.

Varicose Veins pada betis. Gambar diambil dari www.vascularweb.orgPernahkah Anda memerhatikan garis-garis biru atau ungu gelap pada betis Anda yang nampak seperti kabel-kabel barang elektronik? Jangan panik jika Anda menemukannya! Ini bukan berarti Anda adalah robot! Garis-garis biru/ungu yang jelas ini adalah pembuluh darah vena (veins) yang membengkak (swollen), berubah bentuk (distorted), dan umumnya ditemukan di kaki terutama pada betis (lihat gambar sebelah kanan).

Veins (pembuluh darah vena) adalah pembuluh darah yang membawa darah kotor (deoxygenated blood) dari seluruh bagian tubuh Anda menuju ke jantung. Vena normal memiliki dinding vena (veins walls) yang sehat dan elastis untuk mendorong aliran darah ke jantung. Vena juga dilengkapi dengan katup-katup (valves) satu arah untuk mencegah agar aliran darah tidak berbalik menjauhi jantung.

Varicose veins: pengenduran vena. Gambar diambil dari US National Library of Medicine And The National Institute of Health Website.Apa yang terjadi  pada varicose veins (varices)? Vena Anda melebar (dilate) ketika elastisitasnya menurun (melemah). Akibatnya, katup-katup tidak mampu menahan aliran darah yang berbalik arah menjauhi jantung. Katup-katup yang rusak ini menyebabkan darah memenuhi dan memperbesar vena. Vena yang membengkak ini nampak pada kulit dan disebut sebagai varicose veins (lihat gambar di sebelah kiri).

Anda mungkin tidak mengalami gejala apapun selain pembuluh vena yang nampak jelas tak beraturan dan membengkak. Namun beberapa penderita dapat mengalami gejala seperti sakit pada kaki, pembengkakan pada mata kaki, luka pada kulit di sekitar mata kaki, luka ringan pada daerah varices akan berdarah lebih banyak dan penyembuhan akan lebih lama dari pada kondisi normal. Pada kasus-kasus yang langka, varicose veins dapat pecah dan menyebabkan banyak pendarahan.

Varicose veins biasanya terjadi di kaki, terutama pada betis. Namun, varicose veins dapat terjadi di bagian tubuh lain seperti di sekitar dubur yang disebut sebagai hemorrhoid (ambeien atau wasir). Varicose veins umumnya dialami para wanita. Situs web Mayo Clinic menerangkan bahwa perubahan hormon selama kehamilan, pra-menstruasi, atau menopause merupakan salah satu fator penyebab varicose veins karena hormon wanita cenderung menyebabkan pengenduran dinding-dinding vena. Terapi penggantian hormon (hormone replacement therapy) dan/atau pil KB dicurigai mampu meningkatkan resiko terbentuknya varicose veins. Penyebab varicose lainnya adalah penuaan (vena yang berulang kali rusak), faktor keturunan, obesitas (berat badan yang terlalu besar memberi tekanan besar pada vena Anda), kondisi darah (contoh: diabetes), dan terlalu lama berdiri (darah tidak bersikulasi dengan baik jika Anda bertahan pada posisi yang sama terlalu lama).

Keluhan Varicose veins cenderung karena alasan kecantikan terutama bagi para wanita. Pria umumnya tidak terganggu karena varicose veins tertutup rambut-rambut pada kaki. Perawatan varicose veins dapat sesederhana menghindari berdiri atau duduk terlalu lama, mengangkat kaki saat beristirahat atau tidur, menghindari duduk dengan kaki disilangkan, mengatur berat badan dengan diet dan berolah raga, dan/atau mengenakan kaos kaki khusus yang ketat (compression stocking).

Solusi-solusi lainnya ialah dengan pembedahan untuk membuang atau menutup vena-vena yang membesar. Prosedur pembuangan varicose veins adalah dengan membedah untuk menarik keluar atau menyumbat aliran vena-vena yang membesar. Pembuangan varicose veins tidak mempengaruhi sirkulasi darah karena vena-vena yang berada lebih dalam di kaki berperan dalam menghantar volume darah yang lebih besar. Metode penghilangan varicose veins yang sedang populer saat ini adalah sclerotherapy. Sclerotherapy dilakukan oleh seorang dokter dengan menyuntikkan cairan khusus untuk menyumbat vena yang membengkak. Varicose veins biasanya akan memudar dalam beberapa minggu setelah injeksi. Sclerotherapy mungkin perlu dilakukan beberapa kali untuk hasil optimum. Namun, sclerotherapy tidak memerlukan anastesi dan dapat dilakukan di kantor dokter Anda.


Ya, kami melakukan Sclerotherapy. Hubungi kami Segera!!

Kembali ke atas

Referensi:

  1. Mayo clinic website: "Varicose Veins". http://www.mayoclinic.com/health/varicose-veins/DS00256/DSECTION=2.
    Last updated: 16 January 2007. Last visited: 20 August 2007.

  2. NHS Direct webiste: "Varicose Veins". http://www.nhsdirect.nhs.uk/articles/article.aspx?articleId=387
    Last updated: 17 July 2007. Last visited: 20 August 2007.

  3. Pictures:

 

 


 Language: English
 
Home | Tentang Kami | Pelayanan Kami | Hubungi Kami | Peta Situs | Disclaimer | Privacy Policy | Health Information | Pertanyaan Umum | Important Links | Toko Mitra