Penyembuhan Wasir Tanpa
Operasi
Penulis: Silvan S. Prayogo, BSc.,
MSc.
Diterbitkan di koran Suara
Merdeka (27 Maret 2008, Kamis).
Hemorrhoid atau yang lebih kita kenal
dengan istilah wasir (ambeien) bukan penyakit baru. Pernah "menyerang"
Napoleon Bonaparte, si kaisar Perancis penakluk Eropa abad ke-19. Jimmy
Carter, Presiden ke-39 AS juga mengalaminya dan harus mengalami operasi.
Wasir adalah kondisi ketika pembuluh darah vena
di sekitar dubur (anus) atau rectum (bagian bawah usus besar sebelum dubur)
membengkak dan meradang. Ini memang bukan penyakit serius yang mengancam
jiwa. Bahkan Anda pun belum tentu menyadarinya. Namun wasir sering menjadi
menyakitkan dan mengganggu aktivitas. Orang sehatpun bisa terserang wasir.
Berdasarkan lokasinya bisa terjadi internal (di
dalam rectum) atau eksternal (di sekitar anus). Internal adalah pembengkakan
pembuluh darah rectum. Dinding rectum tidak memiliki saraf seperti kulit
sehingga jenis itu tidak terasa sakit dan mudah terabaikan oleh penderitanya.
Biasanya baru terdeteksi ketika Anda melihat bercak darah pada feces atau
tetesan darah saat buang air besar (BAB).
Derajat keparahan dibagi menjadi empat tingkat.
Tingkat pertama adalah tetap berada di dalam rectum namun berdarah saat BAB.
Tingkat ke-dua, terdorong keluar dari rectum sat BAB lalu masuk dengan
sendirinya. Tingkat ke-tiga juga wasir yang terdorong keluar namun Anda
harus memasukkannya sendiri ke dalam rectum setelah BAB. Tingkat ke-empat
adalah yang terdorong keluar dan menetap di luar rectum sehingga Anda tidak
bisa mendorongnya kembali ke dalam.
Tingkat ke-empat ini biasanya akan terasa gatal
dan sakit, dan terjepit (stranggulasi) sehingga menimbulkan rasa sakit yang
luar biasa.
Adapun eksternal (berada di luar rectum) lebih
mudah terdeteksi karena pembengkakan pembuluh darah terjadi pada kulit anus
dan berwarna biru. Ini bisasanya terasa gatal dan/atau menyakitkan karena
kulit anus memiliki jaringan saraf.
Perlu dicamkan, beberapa penyakit colon (usus
besar) memiliki gejala mirip dengan wasir. Maka berkonsultasilah dengan
dokter jika Anda mencurigai adanya gejala-gejala wasir (ambeien) karena bisa
saja Anda menderita masalah colon yang lebih serius terutama jika Anda
berusia di atas 20 tahun dan keluarga Anda memiliki sejarah kanker colon.
Bercak-bercak darah pada feces atau tetesan darah saat buang air besar,
misalnya, juga dialami penderita kanker colon.
Penyebab bermacam-macam seperti obesitas, faktor
keturunan, anal sex, defisiensi vitamin E, penuaan, duduk terlalu lama,
terlalu sering mengangkat beban berat, kehamilan, sering mengejan terlalu
kuat, diare, dan kebiasan BAB yang terlalu lama.
Gaya hidup ANda mempengaruhi terjadinya wasir.
Kurang mengonsumsi makanan berserat seperti buah-buahan dan sayur mayur
menyebabkan pengerasan feces. Pengerasan feces juga terjadi jika Anda
terbiasa menunda buang air besar (BAB) karena kandungan air dalam feces yang
tidak segera dibuang akan terus diserap oleh colon. Feces yang keras sulit
dibuang dan dapat menyebabkan konstipasi sehingga memaksa Anda untuk
mengejan sekuat-kuatnya.
Kebiasaan ini memberi tekanan besar pada
pembuluh darah di rectum dan anus sehingga terbentuk wasir. Feces seharusnya
padat namun dapat bergerak keluar dengan lancar. Maka banyak minum air
putih, mencukupi asupan gizi dan makanan berserat penting untuk menghindari
wasir. Olahraga rutin juga bagus untuk mengurangi resiko.
Bukan Satu-Satunya
Jangan frustasi jika Anda menderita wasir karena
operasi bukan satu-satunya solusi. Bahkan operasi sebisa mungkin dihindari
karena ada kendala misalnya penggunaan anastesi. Resiko komplikasi juga
lebih besar dengan operasi. Dokter-dokter yang menangani wasir di Amerika
Serikat dan negara maju lainnya lebih mengutamakan penyembuhan tanpa operasi.
Penyembuhan tanpa operasi terpopuler saat ini
adalah metode Barron yang menjepit wasir dengan karet khusus sehingga
menghentikan aliran darah. Wasir akan terlepas dengan sendirinya dalam waktu
sekitar satu minggu.
Ada dua macam metode tersebut, yaitu barron lama
(kuno) dan mutakhir. Metode barron mutakhir menggunakan penyedot vakum untuk
menarik wasir sampai ke dasar dinding rectum sebelum karet gelang khusus
dipasang pada wasir sehingga menjamin keberhasilan terapi yang tinggi tanpa
luka atau resiko infeksi. Sebaliknya, metode Barron kuno menarik wasir
dengan pinset sebelum dipasang karet gelang khusus, sehingga menyebabkan
rasa nyeri yang hebat karena terjadi luka atau pembuluh darah pecah saat
dijepit dan ditarik pinset. Penanganan dengan sistem barron mutakhir lebih
ekonomis, berlangsung singkat, dan pasien dapat segera beraktivitas seperti
biasa seusai tindakan. Semua stdium wasir dapat disembuhkan dengan metode
ini. Namun penyembuhan stadium ke-empat dengan metode barron hanya dapat
dilakukan selama tidak ada komplikasi seperti tumor, polyp besar, dan kanker
rectum yang harus dirujuk ke rumah sakit.
Metode penyembuhan tanpa operasi lainnya adalah
sclerotherapy. Itu adalah penyuntikan (injeksi) wasir dengan cairan kimiawi
(sclerosant)
yang mengeraskan pembuluh darah vena agar aliran darah menju wasir berhenti.
Wasir akan menyusut dan terlepas dalam tujuh hingga sepuluh hari setelah
injeksi. Negara-negara maju sudah tidak menggunakan sclerotherapy karena
resiko infeksi dan komplikasi yang menyebabkan kerusakan rectum seperti
penyempitan lubang dubur sehingga harus dikoreksi dengan pembedahan. Bahan
sclerotherapy juga beresiko menyebabkan reaksi alergi.
Kembali ke atas
|